Beranda | Artikel
Kritik Terhadap Sebagian Orang Yang Mengaku-Ngaku Zuhud
Kamis, 21 Juli 2022

Bersama Pemateri :
Ustadz Abu Ihsan Al-Atsary

Kritik Terhadap Sebagian Orang Yang Mengaku-Ngaku Zuhud ini adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Talbis Iblis. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsaary pada Senin, 18 Dzulhijjah 1443 H / 18 Juli 2022 M.

Kajian Islam Tentang Kritik Terhadap Sebagian Orang Yang Mengaku-Ngaku Zuhud

Kita telah sampai pada pembahasan kritik terhadap sebagian orang yang mengaku-ngaku zuhud tapi melakukan sesuatu hal yang sebenarnya bertolak belakang dengan pengakuannya.

Ibnul Jauzi Rahimahullah berkata bahwa beberapa orang yang mengaku-ngaku zuhud biasa melakukan sesuatu seperti mendekam di masjid atau mengasingkan diri di pegunungan atau berkumpul bersama orang-orang yang sepaham dengannya dan dia merasa sampai pada satu level yang lebih tinggi daripada orang-orang lain yang mereka pandang awam. Dia pun merasa senang ketika orang-orang tahu bahwa dia mengasingkan diri, menjauh dari masyarakat, dan kadang-kadang dia berkata: “Aku khawatir melihat banyak kemungkaran jika keluar dari tempat ini.” Hal ini untuk menunjukkan bahwa dia adalah orang yang wara’, bertakwa dan zuhud dengan mengurung dan mengasingkan diri di sebuah tempat.

Padahal sebenarnya dia melakukan tindakan menyendiri dilakukan dengan berbagai motif. Yang mana di antara motif itu ada tiga hal.

  1. Karena untuk menunjukkan kesombongan diri dan sikap merendahkan orang lain. Bahwa mereka telah melakukan hal yang tidak biasa dilakukan oleh orang lain.
  2. Karena khawatir jika orang-orang tidak memberikan penghormatan kepadanya. Mereka mencari pandangan manusia kepada dirinya.
  3. Karena menjaga kekuasaan ataupun kepemimpinannya atas beberapa orang. Yaitu untuk menunjukkan bahwa dia punya kepemimpinan atas komunitasnya. Mungkin juga dia bermaksud untuk menutupi aib dan kejahilan dirinya agar tidak diketahui oleh orang lain. Atau karena dia senang dikunjungi namun tidak mau berkunjung. Bisa jadi juga dia senang jika orang-orang berkumpul untuk menanti dan menunggu, mencium tangan dan menyambutnya.

Mengasingkan diri seperti ini tentunya tidak dibenarkan secara syar’i. Karena tujuan mengasingkan diri bukan untuk meraih status di tengah-tengah manusia. Tujuan mengasingkan diri dalam Islam adalah untuk menyelamatkan agama jika kondisi menuntut untuk hal itu. Kalau tidak maka kita tidak perlu mengasingkan diri tanpa ada tujuan.

Jadi dengan mengasingkan diri seperti ini dia ingin bisa dimaklumi keadaannya. Misalnya tidak menjenguk orang sakit, tidak shalat berjamaah di masjid, tidak mengurus jenazah dan lainnya yang merupakan amal-amal yang dikerjakan secara berjamaah dengan alasan dia sedang mengasingkan diri. Hingga murid-muridnya mengatakan “maafkanlah guru kami karena seperti itulah kebiasaannya.”

Sebagian orang yang mengaku-ngaku zuhud melakukan hal seperti ini. Sebenernya tidak bisa dibenarkan, karena kebiasaan tersebut bertentangan dengan syariat.

Orang-orang seperti ini biasanya ketika merasa lapar dan tidak ada seseorang yang dapat membelikan makanan, justru dia lebih memilih tetap kelaparan agar tidak keluar rumah untuk membeli sesuatu. Karena menurutnya itu akan menurunkan wibawanya karena berjalan pergi ke pasar dan berkumpul bersama orang-orang awan. Sehingga dia lebih memilih lapar daripada pergi keluar mencari makanan untuk mengganjal perutnya.

Tentunya ini bertentangan dengan apa yang dilakukan oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Seperti yang kita ketahui bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam juga biasa berjalan di pasar membeli barang yang diperlukan, membawa sendiri barang yang beliau beli. Abu Bakar juga biasa memanggul pakaian di atas bahunya, melakukan transaksi jual-beli dengan manusia. Hal itu biasa dilakukan oleh Nabi dan para sahabat, dan itu tidak menjatuhkan marwah mereka.

Bagaimana penjelasan lengkapnya? Mari download mp3 kajian dan simak pembahasan yang penuh manfaat ini.

Download MP3 Kajian Mengaku-Ngaku Zuhud


Artikel asli: https://www.radiorodja.com/51931-kritik-terhadap-sebagian-orang-yang-mengaku-ngaku-zuhud/